Home

Jumat, 15 Oktober 2010

Puisi untukmu muslimah

Kemarin pas ikutan kajian SABITA (Study Akhwat Bina Iman dan TAqwa) yang biasa diadakan departemenku (Tablighul Islam), aku dapet puisi yang baguuuuus banget....
Kebetulan kemarin ambil tema "Menjadi Muslimah yang Berkarakter"

Puisi yang menggambarkan seorang perempuan

Bukan dari tulang ubun dia dicipta
Sebab berbahaya membiarkannya dalam sanjung dan puja
Tak juga dari tulang kaki
Karena nista menjadikannya diinjak dan diperbudak
Tapi diciptakan dari tulang rusuk kiri
Dekat di hati untuk dicinta
Dekat di tangan untuk dilindungi

Pembukaan yang apik diberikan oleh mbak Almarotul Khoriyah dengan puisi tersebut dilanjut dengan banyak penjelasan bagaimana menjadi the real muslimah....

"Seorang muslimah laksana mutiara yang tersimpan di dalam laut yang dalam dan belum tersentuh apapun"

Sayang waktu yang terbatas harus mengakhiri kajian ini

Semuanya mengingatkanku akan alasanku masuk departemen ini... :)
Semoga benar-benar bisa bermanfaat

Selasa, 05 Oktober 2010

I'm an ISTJ

Abis buka-buka blognya Sa'ad trus baca postingannya tentang "Tes Kepribadian", jadi pengen ikut ngetest diri sendiri masuk kategori kepribadian yang mana. Meski dulu udah pernah nyoba tapi aku dah lupa hasilnya yang mana...

Setelah berkutat dengan banyak pertanyaan berbahasa inggris yang diajukan ma tuh tes kepribadian...akhirnya hasilnya keluar juga *fiuuhhh gw kagak bisa b.inggris -,-"*
And... I'm an ISTJ

Well, ISTJ?apaan tuh
Wah penjelasannya pake b.inggris lagi ckckck
Mumpung ada inet gratis, aku buka deh mbah Google translater hehehe

Dan nih artinya

Sebagai ISTJ, modus utama hidup difokuskan secara internal, di mana Anda mengambil hal-hal dalam melalui lima indera Anda dalam mode, secara harfiah .
Modus sekunder Anda adalah eksternal, di mana Anda berurusan dengan hal-hal yang rasional dan logis.

ISTJs adalah individu yang tenang dan pendiam yang tertarik pada keamanan dan hidup damai. Mereka memiliki perasaan internal yang mendalam tentang tugas, secara serius dan motivasi untuk menindaklanjuti tugas mereka. Terorganisir dan metodis dalam pendekatan mereka, mereka umumnya bisa sukses di setiap tugas yang mereka lakukan.

ISTJs sangat setia, lembut, dan dapat diandalkan. Mereka sangat mementingkan kejujuran dan integritas. Mereka adalah "warga negara yang baik" yang bisa bergantung untuk melakukan hal yang benar bagi keluarga mereka dan masyarakat. Sementara mereka umumnya mengambil hal yang sangat serius, mereka juga biasanya memiliki rasa humor dan bisa menjadi sangat menyenangkan - terutama pada keluarga atau pertemuan kerja.


ISTJs cenderung percaya pada hukum dan tradisi, dan mengharapkan yang sama dari orang lain.
Mereka tidak nyaman dengan melanggar hukum atau melawan aturan. Jika mereka dapat melihat alasan yang baik untuk melangkah di luar hal yang biasa terjadi, ISTJ akan mendukung usaha tersebut. Namun, ISTJs lebih sering cenderung percaya bahwa hal-hal harus dilakukan sesuai dengan prosedur dan rencana. Jika sisi intuitif ISTJ tidak dikembangkan, mereka mungkin menjadi terlalu terobsesi dengan struktur, dan bersikeras melakukan segala sesuatu sesuai "oleh buku".

The ISTJ sangat diandalkan pada tindak lanjut dengan hal-hal yang ia telah dijanjikan. Untuk alasan ini, mereka kadang-kadang mendapatkan pekerjaan lebih banyak dan lebih bertumpuk pada mereka. Karena ISTJ memiliki rasa yang kuat pada tugas, mereka mungkin memiliki waktu yang sulit mengatakan "tidak" ketika mereka diberi pekerjaan yang lebih dari mereka cukup bisa mengatasinya. Untuk alasan ini, ISTJ sering bekerja berjam-jam, dan mungkin tanpa disadari dimanfaatkan.

Para ISTJ akan bekerja untuk jangka waktu yang lama dan menaruh banyak energi ke dalam melakukan setiap tugas yang mereka lihat penting untuk memenuhi tujuan. Namun, mereka akan menolak menempatkan energi ke hal-hal yang tidak masuk akal bagi mereka, atau yang mereka tidak dapat melihat aplikasi praktis. Mereka lebih suka bekerja sendiri, tetapi bekerja dengan baik dalam tim saat situasi menuntut hal itu. Mereka suka untuk bertanggung jawab atas tindakan mereka, dan menikmati berada dalam posisi kekuasaan. ISTJs memiliki sedikit waktu untuk teori atau pemikiran abstrak, kecuali aplikasi praktis jelas.


ISTJs memiliki rasa hormat luar biasa bagi fakta. Mereka memegang sebuah pemahaman yang luar biasa dari fakta-fakta dalam diri mereka, yang telah mereka kumpulkan melalui preferensi Sensing mereka. Mereka mungkin mengalami kesulitan memahami suatu teori atau ide yang berbeda dari perspektif mereka sendiri. Namun, jika mereka menunjukkan pentingnya atau relevansi ide untuk seseorang yang mereka hargai atau peduli, ide menjadi kenyataan, yang ISTJ akan menginternalisasi dan membari dukungan. Setelah ISTJ mendukung ide tersebut, ia tak akan berhenti untuk memastikan bahwa mereka melakukan tugas mereka memberikan dukungan di mana dukungan yang dibutuhkan.

ISTJ tidak mengalami keselarasan antara perasaan mereka sendiri dan perasaan orang lain. Mereka mungkin mengalami kesulitan memilih kebutuhan emosional dengan segera, seperti yang disajikan. Menjadi perfeksionis sendiri, mereka memiliki kecenderungan untuk mengambil upaya-upaya orang lain untuk diberikan, seperti mereka mengambil upaya-upaya mereka sendiri untuk diberikan.

ISTJs cenderung mengungkapkan kasih sayang, tidak nyaman dan emosi kepada orang lain. Namun, perasaan mereka yang kuat dan kemampuan untuk melihat apa yang perlu dilakukan dalam situasi apa pun biasanya memungkinkan mereka untuk mengatasi permasalahan mereka, dan mereka biasanya cukup mendukung dan merawat orang-orang yang mereka cintai. Setelah ISTJ menyadari kebutuhan emosional orang-orang yang dekat dengan mereka, mereka melahirkan upaya memenuhi kebutuhan tersebut.

The ISTJ sangat setia. Tradisional dan family-minded, mereka akan menempatkan sejumlah besar upaya sebagainya pada pembuatan rumah dan keluarga mereka berjalan dengan lancar. Mereka adalah orang tua yang bertanggung jawab, mengambil peran orangtua mereka secara serius. Mereka biasanya penyedia yang baik dan murah hati kepada keluarga mereka. Mereka sangat peduli tentang orang-orang dekat dengan mereka, meskipun mereka biasanya tidak nyaman dengan mengekspresikan cinta mereka. ISTJ cenderung mengungkapkan rasa cinta mereka melalui tindakan, bukan melalui kata-kata.

ISTJs memiliki kemampuan yang sangat baik untuk mengambil tugas apapun dan mendefinisikannya, mengaturnya, merencanakannya, dan melaksanakannya sampai selesai. Mereka adalah pekerja sangat keras, yang tidak memungkinkan hambatan untuk mendapatkan di jalan dalam menjalankan tugas mereka. Mereka biasanya tidak menyerahkan diri untuk prestasi mereka, melihat prestasi mereka hanya sebagai pemenuhan kewajiban mereka alami.

ISTJs biasanya memiliki rasa besar ruang dan fungsi, dan apresiasi seni. rumah mereka mungkin fasilitas lengkap dan rapi dipertahankan. Mereka sangat sadar indera mereka, dan ingin berada di lingkungan yang sesuai kebutuhan mereka akan struktur, ketertiban, dan keindahan.

Di bawah tekanan, ISTJs dapat jatuh kedalam mode "bencana", di mana mereka melihat apa-apa kecuali semua kemungkinan dari apa yang bisa salah. Mereka akan mencaci-maki diri untuk hal-hal yang mereka harus lakukan berbeda, atau tugas yang mereka gagal untuk melakukan. Mereka akan kehilangan kemampuan mereka untuk melihat sesuatu dengan tenang dan cukup, dan akan menekan diri mereka sendiri dengan visi mereka tentang kiamat.

Secara umum, ISTJ memiliki sejumlah besar potensial. Mampu, logis, wajar, dan individu yang efektif dengan keinginan sangat didorong untuk mempromosikan keamanan dan hidup damai, ISTJ memiliki apa yang diperlukan untuk menjadi sangat efektif untuk mencapai tujuan yang dipilih mereka - apa pun mereka berada.

Wah...wah....benar-benar mencerminkan diriku banget hahaha
I'm proud being an ITSJ :)

*Thanks ad...udah ngasih linknya ^^

Jumat, 01 Oktober 2010

Parfum yang tak pernah ganti tanda setia?

Ceritanya pas kemarin aku kuliah lapangan ke pabrik gula Watoetoelis, tuh kan tempatnya puanas banget. Persis banget kayak tempat sauna *sauna gratis ^^d*. Gimana gak panas, nah kita lo jalan di sebelahnya 5 effect evaporator. Kalo yang kerja disana sih seksi-seksi alias telanjang dada*^^v* kita sebagai "pengunjung"? pake baju standart kuliah plus jas almamater! Gak sauna gimana tuh...

Nah pas jalan di jembatan menuju evaporator, temenku irul yang (tiba-tiba) disebelahku, (tiba-tiba juga) ngomong ke aku
"Hemm...parfum gak pernah ganti tanda setia"
Aku langsung tersindir dengan kata-katanya. Aku pikir bauku ga enak gara-gara bajuku basah ma keringatku hehe...Langsung aja aku bau-bau bajuku, perasaan gak deh :)
Tapi kalo ngomong bau kok ada setia-setianya?
Aku ngomong lagi
"Apa rul?parfum?"
"Ho'oh...la parfummu dari semester satu kan gak ganti kaaaaan?"

He..aku langsung kaget. Irul ngerti bau parfumku?secara dia lo ga sebegitu deket ma aku
hedeeeehh jangan-jangan kebanyakan neh pake...
perasaan ga banyak deh ^^v

BTT ~back to topic~
"Haaa iya bener (sambil tersenyum kecut)"
"La itu tandanya kamu setia faaa..."

Ealah aku kirain ni masalah "bauku" ternyata........
Untunglah :)

Ngomong-ngomong soal setia...baru tau aku kalo parfum bisa dihubung-hubungkan ma setia haha ada-ada saja
Apapun itu aku emang setia :P
*jadi inget-inget... ")

Habis ngomong gitu Irul langsung ngacir ilang entah kemana -,-"
Datang tak diundang pergi pun tak diantar ckckck

btw makasih rul udah beritau :D

Rabu, 22 September 2010

Beginikah pandangan orang desa kepada orang kota

Baru aja teman dekatku bilang ke aku kalo masnya baru aja lamaran...
Dia cerita banyak banget tentang lamaran masnya
Singkat ceritanya nih...pas kemarin kita ngerjain CV (curiculum vitae) bersama untuk sebuah proposal, dia tahu kalo kecamatan tempat aku tinggal itu di ****** **** (maaf nama dan tempat disensor)
Terus dia langsung nanya,"Lho maf kecamatanmu itu toh?"
"Iya emang napa?"
"Kamu tau gak anak pak camatnya, namanya ****?"
"Yahhh....mana aku tau laaahh..Lang wong wajah pak camatnya aja aku gak pernah tau kok. Emang napa sih?"
"Anaknya itu mantannya maskulooo."
"Lho iya tah?wah sangar la'an..."

Terus aku mikir
"Jek..jek...mantan?Berarti masmu gak ngelamar dia?"
"Enggak maf...ibuku gak setuju."
"Gak setuju?emang napa?"
"Soalnya kata ibuku dia orang kota. Kan yang sekarang ini satu desa ma masku. Kata ibuku lebih baik dapet yang sesama aja...jangan orang kota. Masku sih nurut-nurut aja"

Wuih aku terhenyak mendengarkan alasan ibunya itu...
Secara aku adalah orang kota karena dari kecil aku tinggal di kota hero ini dan aku tak punya desa...
Hmm...aku jadi berpikir, apakah segitunya pandangan orang desa terhadap orang kota?
Apa jeleknya sih "orang kota"?
Memang sih, seiring perkembangan di kota yang cukup pesat, kita jadi bisa dengan cepat mengakses segala sesuatu. Entah itu positif ataupun negatif. Dan tak banyak pula berbagai "hiburan-hiburan" yang ditawarkan di kota. Kalo tak kuat iman bisa-bisa terombang ambing dalam gemerlapnya kota. Selain itu, karena semua jadi serba cepat, serba cepat saji tata krama ke yang lebih tua menjadi hal yang rupanya agak dilupakan.
Tapi kan gak semuanya kayak gitu...
Plizz deh...

Aku jadi menilai diriku sendiri
Apakah aku "sejelek" itu?
Tak dipungkiri, kebiasaan-kebiasaan orang kota telah tertanam pada diriku

Aku teringat pas dulu jadi maba
Ketika itu ada temanku yang juga sama-sama masih berstatus maba bertanya padaku,"Kamu anak kemandirian ya?"
Kemudian aku juga teringat ketika aku mengikuti roadshow tekim goes to SMA
Saat itu aku bertugas untuk menjelaskan seluk beluk tekim dan jalur-jalur masuknya
Eh ada anak SMA yang nanya,"Mbak,,,,mbak masuk jalur kemandirian ya?"
Asal tau aja ya jalur kemandirian di ITS adalah jalur orang kaya
Bagaimana tidak...untuk masuk aja harus mengeluarkan uang sampai puluhan juta
Wah wah....
Aku jadi berpikir sendiri
Kenapa ya mereka semua menganggap aku anak kemandirian?
Apa gayaku seperti gaya-gaya "orang kaya"?
Weuw aku tak menyangka....perasaan aku biasa aja deh -,-"

Aku jadi takut sendiri
Bagaimana kalo nantinya aku berada pada posisi mantannya masnya temanku itu...
Aku juga tak menyalahkan pemikiran ibunya temanku karena lebih banyak fakta yang mengatakan "kebebasan" orang kota dibanding yang tak seperti itu
Aku juga kalo jadi ibunya pasti juga punya pemikiran seperti itu
Jujur...aku juga agak kurang sreg untuk (misalnya) berhubungan lebih lanjut dengan orang dari megapolitan karena pandangan yang sama dengan ibuny temanku itu tapi aku juga takut kalo tak bisa menyesuaikan diriku dengan lingkungan pedesaan
Hmm...aku pikir aku bakal bisa menyesuaikan keduanya
Karena aku suka kota dan pengen buanget punya desa khususnya yang ada pegunungan, hutan dan sungai yang mengalir jernih
*curcolan anak kota :D

Wah wah aku kok malah ngayal yang enggak enggak nih...hehe
Wes apapun yang terjadi pasrah aja deh ma yang Diatas
Yang penting lakukan yang terbaik :))

Kamis, 16 September 2010

What's next after we graduate

What's next after we graduate from this institute?
hups...we must think about it from now coz it's the important one
it' s the time that we must face the real world
so what's ur plan? or have u a plan to face it?

wah kok jadi pake b.inggris segala yak??
padahal g expert -__-" ya udah pake b.indonesia aja yaaa

Postingan ini sebenarnya terinspirasi dari percakapanku dengan sahabat SMAku via chat FB
Sudah lama sekali tak bertemu dengan dia... Kangen banget ma dia
Sayangnya rinduku hanya bisa terlampiaskan lewat chat
Kenapa aku kangen ma dia?
Dia satu-satunya sahabatku yang paling aneh
Sahabat, kawan, dan lawan terberatku jadi satu dalam dirinya
Dan yang kita omongin pasti gak jauh-jauh dari yang namanya pelajaran di bangku sekolah dan masa depan hehe
Sayang kita gak satu jurusan...jadi gak banyak hal tentang pelajaran yang kita sharing-in

BTT ~back to the topic~
Ketika itu aku ingin bertanya banyak hal tentang "kemajuan" dia
Banyak hal yang pengen aku sharing-in
Karena jujur saja setelah hampir 3 tahun terpisah dengannya tak ada yang bisa benar-benar menggantikan posisinya
Ketika itu kita memulai topik awal dengan tempat KP yang kita inginkan
Omonganku berlanjut ke tempat kerja yang ku inginkan
Ternyata dia gak ingin kerja menjadi seorang engineering tapi ingin mengabdikan dirinya kepada negara
Meneruskan sekolahnya hingga S3 di Jepang...
Dan menjadi dosen
Ia tak ingin apply ke perusahaan asing yang biasanya menjadi incaran para fresh graduate teknik
Ia tak ingin memperkaya negeri orang
Baginya, Indonesia masih membutuhkan pikiran-pikiran seperti dia
Wah aku tak menyangka dia berpikiran seperti itu

Aku kembali teringat akan masa laluku tentang dia
Dia yang tak suka organisasi..
Dia yang menurutku egois..
Dia yang terlalu mementingkan pendidikannya
Dia yang terkadang individualis
Sekarang berubah menjadi sosok yang hebat
Pendidikan memang tetap nomer satu baginya
Idealisme dan keyakinannya akan sesuatu yang dianggapnya benar masih tetap dipegangnya
Ditambah lagi kesukaan barunya akan organisasi dan merendahkan egoismenya meski kurasa masih ada

Semua rencana akan masa depan terlihat sudah terplanning dengan jelas di kepalanya
Dan hebatnya lagi sepertinya satu per satu sepertinya akan berada dalam genggamannya
IP yang selalu cumload, keinginan untuk lulus 3.5 tahun, melanjutkan S2 dan S3 di luar negeri, proaktif dalam organisasi dan lain sebagainya

Wah wah kok jadi bercerita tentang sahabatku yaa -,-a
Ya aku cuma ingin mengambil suatu contoh dari sahabatku yang kini telah berubah menjadi lebih baik...lebih prepare segalanya untuk masa depannya
Sebenarnya banyak juga sih yang bisa dijadikan contoh...tapi yang aku kenal lebih (sedikit) adalah sahabatku ini

Percakapan ini menyentil aku
Jujur aku memang memiliki plan bagaimana ke depannya
Tapi kurasa semua masih begitu kabur antara langsung kerja atau lanjut S2
Aku juga tak terpikirkan bagaimana caraku untuk mengabdi pada negara ini
Jangankan untuk masa depan...untuk persiapannya saja rasanya kok gak ada ya
Aku tengok kanan kiri...
Semuanya tengah mempersiapkan dirinya untuk menghadapi sesuatu diluar sana yang kita tak tau bagaimana wajahnya
Wah...wah...jangan sampai aku ketinggalan kereta nih
Apalagi sekarang angka pengangguran di Indonesia masih buanyaaaakknya minta ampun
Gimana nggak...tiap tahun berbagai universitas & institut meluluskan fresh graduatenya
Sekarang ini menjadi seorang fresh graduate saja tak cukup untuk memasuki dunia pekerjaan
Yang diperlukan adalah fresh graduate plus-plus
Nah yang plus-plusnya ini nih yang susah
Aku aja bingung mulai darimana

Makanya kawan mulai dari sekarang berpikirlah kemana kalian akan menjejakkan kaki kalian nantinya
Jika kalian bingung seperti aku
Mulailah dari hal yang kawan cintai
Bukankah melakukan hal yang dicintai akan lebih mudah daripada yang tidak?
Kemudian tekunilah dan campurkan banyak motivasi didalamnya
Tambahkan skill-skill yang dibutuhkan dalam bidang itu
Ingat When there's a will, there's a way

"Menginginkan sesuatu saja tak cukup. Kamu harus mendambakannya. Motivasimu harus benar-benar kuat agar kamu mampu menghadapi rintangan-rintangan yang pasti akan menghadang di sepanjang perjalananmu" by Les Brown

Maka pikirkanlah mulai sekarang jika tak ingin sesal menyeruak dalam dada nantinya kawan :)
Semoga kita bisa menjadi pribadi-pribadi yang sukses dan bermanfaat bagi khalayak banyak dan negara Amien